Thursday, 6 August 2020

Inspirasi Masa Muda Nabi Muhammad SAW

Masa muda, masa yang berapi-api. Waktu untuk eksplorasi, waktu untuk unjuk gigi. Ada yang fokus tebar pesona, ada yang mulai bangun karier, ada yang masih mencari jati diri. Makanya masa itu penuh warna-warni. Yang berhasil melewatinya, biasanya akan sukses melewati masa tuanya.

Inspirasi Masa Muda Nabi Muhammad SAW

Nah, selama ini banyak di antara kita yang mempelajari Sirah Rasulullah ﷺ di masa-masa kerasulannya. Kini kita akan mencoba mentadabburi bagaimana ternyata Nabi Muhammad sudah menjadi seorang inspirator bahkan sebelum diangkat menjadi seorang Rasul.

Dr Hamdi Syaheen, Dosen Sirah Nabawiyah Universitas Islam Madinah menekankan bahwa masa muda Rasulullah penting juga dipelajari. Agar anak-anak muda muslimin sadar bahwa Nabi Muhammad menjadi Rasul bukan proses yang instan. Sejak muda, Rasulullah telah menjadi seorang "Muhandis Ijtima'i", kata Dr Hamdi.

Muhammad Muda, Sang Arsitek Sosial


Apa itu Muhandis Ijtima'i? Artinya "Arsitek Sosial." Bayangkan saja, di usia 20 sampai 30 tahunan, Nabi Muhammad muda sudah jadi bagian dari pemegang kebijakan, ikut dalam berbagai musyawarah penting yang sangat menentukan arah kehidupan masyarakat Makkah. Paling kentara adalah keikutsertaan Nabi Muhammad perjanjian Hilful Fudhul.

Perjanjian Hilful Fudhul adalah kesepakatan para pemimpin besar Makkah dari Bani Hasyim, Bani Taim dan Bani Zuhrah untuk menjaga semangat keadilan dalam setiap jengkal Makkah. Slogannya adalah "Tidak ada yang berbuat zalim di Makkah, kecuali akibatnya akan berbalik pada si zalim."

Tahukah kamu? Nabi Muhammad ikut serta dalam perjanjian penting yang dihadiri pembesar kaum ini. Dan usia beliau saat itu baru 20 tahun! Karena Hilful Fudhul terjadi pada Bulan Dzulqa'dah tahun 20 sebelum diutusnya beliau menjadi Nabi.

Mandiri, Berdikari, dan Rahasia Profesi Nabi


Masa muda Rasulullah erat dengan kata "berdikari", berdiri di kaki sendiri. Beliau mandiri mencari uang sendiri, beliau mandiri menghasilkan kemapanan ekonomi.

Dengan menggembala dan berdagang; dua profesi yang Allah takdirkan bukan dengan iseng. Ternyata eh ternyata, setiap Nabi dan Rasul pasti pernah menjadi seorang "Ra'il Ghanam" alias penggembala domba.
.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi, kecuali adalah seorang penggembala domba." (HR Bukhari)
.
Lho memangnya kenapa dengan menggembala domba? Ternyata banyak sekali hikmah besar di balik fakta mengapa semua nabi pernah melakukan profesi tersebut. Ibnu Hajar dalam Fathu Bari menuliskan, "sebab jika mereka sabar dalam melakukanya, dan pandai menyatukan setelah terpisah-pisah, memindahkan hewannya dari tempat ke tempat, mengerti karakter masing-masingnya, akan menggambarkan bagaimana sabar mengatur umat, memahami perbedaan pemahaman di antara mereka."
.
Adapun profesi berdagang, secara alami adalah jalan bagi setiap orang untuk tak malu menyampaikan tawaran, menjelaskan dan mendeskripsikan sesuatu, dan meluaskan pergaulan, melatih keluwesan gaya bicara dan seni mempengaruhi. Selain itu, berdagang membuat orang yang melakukannya menjadi pribadi yang "mobile", mudah beradaptasi dengan keadaan.
.
Dari masa muda Rasulullah ﷺ, kita banyak sekali mendapatkan inspirasi. Wajar jika beliau digelari Al Amin oleh orang-orang Makkah. Beliau memiliki semua faktor kemuliaan; gagah paras, lemah lembut, mapan, visioner, peduli sosial, dan kokoh badan. Shallallahu alaihi wa sallam...