Thursday, 13 August 2020

Pembantaian Ludd; 426 Muslim Palestina Sahur di Bumi, Berbuka Puasa di Langit

Gen Saladin @gen.saladin t.me/gensaladin

Pembantaian Ludd; 426 Muslim Palestina Sahur di Bumi, Berbuka Puasa di Langit


#TodayinHistory Sore itu, penduduk Kota Ludd dan Ramallah baru saja menjalani hari kelima puasa Ramadhan. Makanan takjil sudah siap di masing-masing ruang tamu, masjid-masjid dan fasilitas umum. Namun suasana seperti berbeda, ketika letusan senjata berkali-kali mengotori langit kota.

Ternyata benar, si Moshe Dayan, panglima tertinggi angkatan bersenjata zionis israel telah bersiap melahap kota. Mereka datang dengan tujuan yang bengis; hanya untuk membantai penduduk Palestina, muslimnya dan nasraninya.

Sepanjang jalan Kota Ludd dan Ramallah, terlebih di jalan raya antara Kota Yafa dan Baitul Maqdis jenazah-jenazah muslimin terbujur kaku, penuh darah dan terkoyak. Inilah pertama kalinya serangan udara zionis di bumi Palestina. yitzhak rabin mengutus yagil alon untuk memimpin serangan udara.

Di saat yang sama, gerombolan pasukan bersenjata zionis menyerang darat. Hal ini menyebabkan relawan kemanusiaan dan pasukan perdaimaian Arab berjaga-jaga di pinggiran Lod. Tapi, Inggris menginstruksikan agar mereka angkat kaki dari sana.

Bandara sengaja diblokade oleh tentara zionis, semata-mata dengan tujuan untuk memutuskan suplai bantuan bagi masyarakat Ramallah dan Ludd. Akhirnya kedua kota ini pun dikuasai penuh. Para aktivis tak mampu menahan serangan artileri dan tank-tank Yahudi.

Beberapa remaja pejuang berjaga-jaga di masjid sebagai pos pertahanan. Namun amunisi mereka tidak cukup menahan serangan zionis. Di senja menjelang berbuka, teroris zionis masuk dan membabi-buta melakukan pembantaian. Masjid-masjid penuh darah, aktivis remaja syahid di tiang-tiangnya, dalam keadaan shaum.

Moulay Cohen mencatat kengerian yang luar biasa dalam tragedi pembantaian di Kota Lod dan Ramallah ini. Ia menyebut peristiwa yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang dan pengungsian ini dengan kejahatan perang.

Hari itu, 11 Juli 1948 bertepatan dengan 5 Ramadhan 1367 Hijriah, 426 mujahid makan sahur di bumi, dan berbuka puasa di akhirat. zionis merasa dirinya menang telak. Padahal mereka yang syahid hari itu tidaklah wafat. Mereka hidup di sisi Tuhannya.