Monday, 10 August 2020

10 Fakta Hebat Muhammad Al Fatih, Penakluk Konstantinopel dan Aya Sophia

Beliau memiliki gelar "Al Fatih" setelah keberhasilannya merobohkan kekuasaan Romawi Timur dengan menaklukkan Konstantinopel.

Tak heran jika nama beliau begitu terkenal, tak hanya di kalangan ummat islam saja, bahkan sampai penduduk eropa pula.


10 Fakta Hebat Muhammad Al Fatih, Penakluk Haghia Sophia

Fakta 1 : Semenjak kecil beliau telah berguru kepada guru yang sangat berilmu di masa beliau yang bernama Syaikh Ahmad bin Ismail al Kuraniy, dan beliau adalah guru pertama untuk Sultan Muhammad. 

Fakta 2 : Semenjak kecil Ayahanda beliau sering membawanya ke medan peperangan dengan tujuan untuk mengajarinya strategi peperangan dan bagaimana memimpin pasukan.

Fakta 3 : Tak hanya pandai dal siasat perang, beliau juga menguasi berbagai macam bahasa dunia, serta mahir dalam membuat dan melantunkan syair, dan pada tahun 1944 M koleksi syair beliau dicetak di Turki dengan judul "Fatih Divani".

Fakta 4 : Beliau diangkat menjadi sultan 2x; yaitu: saat umur beliau 12 tahun, kemudian turun di tahun depan dan diangkat kembali ketika usia beliau 19 tahun. 

Fakta 5 : Para musuh sangat takut terhadapanya bahkan hanya sebatas mendengar namanya saja. Dan cukup sebagai bukti akan hal ini adalah para musuh sampai merayakan kematian beliau.

Fakta 6 : Beliau adalah Sultan Utsmani yang sangat terkenal di kalangan penduduk Eropa dan sering menjadi perbincangan diantara mereka.

Fakta 7 : Beliau adalah ksatria islam pertama yang mendapat gelar "As Sayyid Al Adhim" atau "Grand Seigneur" dari penduduk eropa.

Fakta 8 : Pencapaian yang paling dikenal luas adalah saat beliau berhasil meng-akhiri Kekaisaran Romawi Timur dengan penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M. 

Fakta 9 : Tidak banyak yang tahu bahwa Muhammad Al Fatih tak hanya menaklukkan Konstantinopel. Beliau membebaskan sekitar 200 kota sehingga digelari sebagai "Abul Futuh", Bapak Pembebasan.

Fakta 10 : Beliau wafat di usia 49 tahun, dimana saat itu beliau sedang mengikhtiarkan agenda pembebasan Kota Roma. Pulau-pulau penting di Yunani dibebaskannya, sehingga menguatkan sinyal pada Eropa bahwa Umat Islam serius memancarkan dakwahnya ke penjuru benua biru.

Sumber Artikel: Kitab "As Sulthoon Muhammad Al Faatih", karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi.