Tuesday, 11 August 2020

Tragedi Srebrenica, Ketika Nyawa Manusia Terbunuh Hanya Karena Dia Muslim

Bosnia-Herzegovina, negara di Eropa Timur itu adalah tanah indah di Semenanjung Balkan di Eropa tenggara. Pedesaannya adalah "museum alami" bagi desa-desa corak abad pertengahan, sungai dan danau, ditambah dengan Pegunungan Dinaric yang terjal. Ibukota nasional Sarajevo memiliki kawasan tua yang terawat baik, Baščaršija, dengan landmark seperti Masjid Gazi Husrev-bey abad ke-16.

Islam adalah agama yang paling tersebar luas di Bosnia Herzegovina. Pelita dakwahnya diperkenalkan kepada penduduk lokal pada abad ke 15 dan 16 sebagai hasil dari kedatangan Utsmaniyah ke sana. Sebagaimana dinyatakan Encyclopedia Britannica, ketika Komunitas Eropa—yang kelak digantikan oleh Uni Eropa—mengakui kemerdekaan Kroasia dan Slovenia pada Desember 1991, Bosnia-Herzegovina mendapat kesempatan menggelar referendum.

Referendum terselenggara pada 29 Februari sampai 1 Maret 1992. Sebanyak 99,7 persen pemilih menginginkan Bosnia-Herzegovina menjadi negara berdaulat. Tetapi orang-orang Bosnia beretnis Serb Yang notabenenya Kristen menolak kemerdekaan tersebut. Dalam referendum, hampir tak ada orang Serb yang memberikan suara. Pasukan paramiliter Serb Bosnia menyerang kota Sarajevo, dan pasukan Serbia dari tentara Yugoslavia segera ikut campur di pihak mereka.

Secara umum, Pembantaian warga Muslim Bosnia oleh pasukan Serbia selama perang Balkan yang berlangsung pada tahun 1992-1995 oleh dunia disebut sebagai kejahatan perang terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II. Secara umum, lebih 200.000 Muslim Bosnia menjadi korban kekejaman pasukan Serbia selama peperangan berlangsung, dan sekitar 20.000 muslimah menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis oleh pasukan Serbia.

Srebrenica Diincar

Orang-orang Serb Bosnia telah mengincar Srebrenica sejak 1992 dan hendak menjadikannya sebagai bagian Serbia. Mereka memasuki kota tersebut pada 11 Juli 1995.

Radovan Karadzic pemimpin Serb, merancang pelbagai teror dan kerusuhan di Srebrenica. Mereka juga memberlakukan embargo pangan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari terhadap orang-orang Bosniak.
.
Orang-orang Muslim Srebrenica melarikan diri ke pegunungan di sekitarnya, tetapi pasukan Serbia memburu dan membunuh ribuan di antara mereka di hutan. Ratko Mladic sebagai penanggungjawab serangan itu akhirnya dinyatakan bersalah atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pembantaian (genosida) pada tahun 2017 dan dijatuhi hukuman seumur hidup.
.
Salah satu tragedi mengenaskan yang jadi bagian dari pembantaian Srebrenica adalah perisiwa pembantaian 8.000 orang yang kebanyakan lelaki dan remaja Muslim di Srebrenica. Pembantaian itu terjadi karena kelalaian pasukan Belanda yang diberi mandat PBB untuk menjaga kamp pengungsi di Srebrenica. Setelah pasukan Serbia berhasil menguasai Srebrenica, mereka mulai memisahkan laki-laki berusia 12-77 tahun untuk diinterogasi, yang sebenarnya awal dari pembantaian terhadap warga Muslim.
.
Selama lima hari, pasukan Serbia dipimpin Jenderal Ratko Mladic dengan bantuan pasukan paramiliter Serbia yang dikenal sebagai pasukan Scorpion, dan dengan leluasa melakukan pembantaian terhadap lelaki dewasa dan anak-anak lelaki Muslim. Pemerintah Serbia yang dipimpin Radovan Karadzic mendorong tentara Serbia, dan membiarkan pembunuhan demi pembunuhan yang ada, sehingga 8.000 pria Muslim Bosnia menjadi korban dalam aksi pembantaian tersebut.
.
Mayat-mayat Korban Sulit Diidentifikasi
.
Para korban dibuang ke kuburan massal yang tersebar di sekitar Srebrenica. Butuh bertahun-tahun bagi para penyelidik untuk menemukan semua situs dan menyelesaikan tes DNA atas mayat-mayat itu. Bagian tubuh sering ditempatkan di lokasi yang berbeda, sehingga menyulitkan penyelidik untuk membuat kecocokan.


Tragedi Srebrenica, Ketika Nyawa Manusia Terbunuh Hanya Karena Dia Muslim