Wednesday, 2 September 2020

Ayat Kursi Menjelang Tidur | Kisah Inspiratif Islami

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk mengurusi gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba seseorang muncul, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kecerdasan Hurairah memang patut dipuji, lalu pencurinya kemudian ditangkap.
“Saya akan mengadu kepada Rasulullah S.A.W,” sergah Abu Hurairah.
Pencuri itu tidak takut mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian merengek: "Saya orang miskin, tanggungan saya banyak, sedangkan saya sangat membutuhkan makanan."

Kemudian pencuri itu dibebaskan. Bukankah zakat akhirnya akan diberikan kepada orang miskin? Hanya saja caranya salah. Tidak usah bingung.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melapor kepada Rasulullah S.A.W. Jadi tanyakan padanya
: "Apa yang telah dilakukan terhadap tawananmu kemarin wahai Abu Hurairah?"
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang yang miskin, keluarganya banyak dan sangat membutuhkan makanan," jawab Abu Hurairah. Kemudian dia juga menjelaskan, bahwa dia merasa kasihan pada pencuri tersebut, kemudian dia melepaskannya.

"Berbohong padanya," kata Nabi: "Nanti malam dia akan datang lagi."
Karena Rasulullah S.A.W berkata demikian, maka perawatannya diperketat, dan kewaspadaannya ditingkatkan.Dan ternyata benar pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini dia tertangkap.
“Saya akan mengadu kepada Rasulullah S.A.W,” ancam Abu Hurairah, seperti kemarin. Dan pencuri itu sekali lagi memohon pengampunan: "Saya orang miskin, keluarga saya banyak.
Saya berjanji tidak akan kembali besok. "

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang tersebut, dan kali ini dia dibebaskan kembali. Pagi harinya kejadian itu sudah dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau menanyakannya seperti kemarin. Dan setelah mendapat jawaban yang sama, sekali lagi Nabi menegaskan: "Pencuri itu berbohong, dan nanti malam dia akan kembali lagi."
Malam itu Abu Hurairah waspada dengan penuh kewaspadaan dan kecerdasan. Mata, telinga, dan perasaannya pas. Dia dengan cermat mengamati setiap gerakan di sekitarnya dua kali dia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti yang dikatakan Nabi dan dia berhasil menangkapnya, dia bertekad untuk tidak melakukannya
 


akan merilisnya lagi. Hatinya tidak bisa lagi menunggu pencuri sialan itu datang. Dia kesal; dia kecewa. Mengapa pencuri dibebaskan kemarin sebelum diseret di hadapan Rasulullah S.A.W? Mengapa dia hanya ingin ditipu olehnya? "Awas!" katanya dalam hatinya. "Kali ini saya tidak akan memaafkan."

Malam semakin larut, jalanan sepi, ketika tiba-tiba muncul bayangan yang menghampiri tumpukan makanan yang dijaga. "Yah, memang benar, itu datang lagi," katanya dalam hati. Dan segera pencuri itu menekuk lutut di depannya dengan wajah ketakutan. Dia benar-benar memperhatikan wajah pencuri itu. Ada semacam kemunafikan dalam gerakannya.
“Kali ini kamu pasti mengadu kepada Rasulullah. Sudah dua kali kamu berjanji tidak akan kesini lagi, tapi ternyata kamu kembali juga. Biarkan aku pergi,” pinta pencuri itu. Namun dari tangan Abu Hurairah yang dipegang erat, dapat dipahami bahwa kali ini ia tidak akan dibebaskan lagi. Maka dengan putus asa akhirnya pencuri itu berkata: "Lepaskan aku, aku akan mengajarimu beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Kalimat apa itu?" Abu Hurairah bertanya dengan rasa ingin tahu. “Ketika mau tidur, bacalah ayat Kursi: Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu… .. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka kamu akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak ada setan yang berani mendekatimu sampai pagi.”
Maka pencuri itu dibebaskan oleh Abu Hurairah. Nampaknya insting ilmiahnya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, dia kembali ke Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya penggunaan kursi ayat.

"Apa yang dilakukan tawananmu tadi malam?" Rasul bertanya sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan semuanya.
“Dia mengajariku beberapa kalimat yang dia ucapkan sangat bermanfaat, lalu aku biarkan dia pergi,” jawab Abu Hurairah.
"Kalimat apa itu?" tanya Nabi.
Dia berkata: “Jika kamu tidur, bacalah ayat Kursi: Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu… .. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan dia juga berkata:“ Jika kamu membacanya, maka kamu akan selalu dijaga oleh Tuhan, dan tidak akan didekati iblis sampai pagi. "

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W bersabda, "Pencuri telah mengatakan yang sebenarnya, padahal dia masih pembohong." Kemudian Nabi S.A.W juga bertanya: "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu setiap malam?"
"Saya tidak tahu." Abu Hurairah menjawab. "Itu setan."

Ayat Kursi Menjelang Tidur

- Tamat -
Sumber: Ebook 1001 Kisah Teladan Islam, Sebuah Ebook berisi kisah inspiratif islam