Tuesday, 11 August 2020

Akibat Cinta Dunia, Membuat Kita Jatuh

Oleh : @edgarhamas • Founder Gen Saladin @gen.saladin t.me/gensaladin

#KenapaKitaJatuh "Selalu, jika sejarah umat ini telah berlumur megah harta dan cinta rampasan perang (ghanimah), maka akan berakhirlah ia dengan kekalahan. Kekalahan di Uhud karena ghanimah. Kekalahan (awal) di Hunain karena ghanimah. Kekalahan di Poitiers karena ghanimah!" —Dr Abdul Halim Uwais

Ada satu episode kejatuhan di sejarah kita yang jarang dilirik oleh kebanyakan muslim. Sebab, episode ini menjadi titik buruk Umat Islam dan kegagalan pilu yang membuat Prancis tidak tertaklukkan hingga hari ini. Episode itu bernama 'Bilath Syuhada', atau 'Medan para Syuhada', tersebab begitu banyak syahid di dalamnya.

Cinta Dunia Membuat Kita Jatuh


Kisah itu dimulai pada 732 Masehi, 21 tahun setelah Andalusia dibebaskan oleh Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nushair... 

Pada 732 M, Seorang Tabi'in bernama Abdurrahman Al Ghafiqi berhasil menyatukan kembali muslimin di Spanyol setelah mengalami perpecahan internal. Tahun-tahun berlalu dengan kemenangan telak penuh pesona. 

Beliau, dengan pasukannya berhasil membebaskan kota-kota Spanyol dan sebagian Perancis yang sebelumnya tidak pernah tersentuh oleh kekuasaan Muslimin. 

Sebesar 50 ribu pasukan muslim akhirnya sampai di sebuah daerah bernama Poitiers, batas terdekat antara Umat Islam dan Perancis. Jaraknya dari ibukota Paris hanya 100 km, serta dari Cordoba sejauh 1000 km. 

Dan disana, Charles Martel telah menunggu mereka bersama 400 ribu pasukannya; gabungan Perancis, Italia, Swiss, Burgundi dan Jerman.

Bencana Dimulai Karena Menganggap Remeh 

Saat itu, nahasnya, pasukan Muslim merasa di atas angin. Mereka merasa dengan jumlah yang banyak (50 ribu adalah jumlah tentara muslim terbesar saat itu) akan bisa menumpas dengan mudah pasukan Charles Martel. Perasaan angkuh ini ditambah dengan ghanimah (harta rampasan perang) yang mereka kumpulkan dari pembebasan kota-kota sebelumnya, menjadikan pasukan Muslim gelap mata; berebut harta dan saling dengki antar sesama. 

Cinta dunia, yang akibatkan perpecahan internal

Ditambah lagi, karena kedengkian itu, berpecahlah pasukan Muslimin antara bangsa Arab, orang Andalusia asli, dan Berber. 

Setiap mereka saling mengklaim keagungan dan melempar caci. Nah, bayangkan, di saat pelik itu mereka harus berhadapan dengan pasukan gabungan negara Eropa. Apa yang terjadi? 

Akibatnya: Terhentinya 'Futuhat' di Eropa! 

"Tidak ada yang dapat menjelaskan secara rinci kondisi pertempuran tersebut", tulis Dr Husein Mu'nis, "sebab satu-satunya saksi hidup adalah orang yang kabur di tengah peperangan." 

Kekalahan umat Islam di Pertempuran ini nyaris lebih buruk dari kekalahan Uhud, Hunain bahkan Granada. Kekalahan inilah penyebab "tawaqquf futuhat", berhentinya pembebasan Islam atas Eropa. Abdurrahman Al Ghafiqi syahid tertembus panah di dadanya. 

Hilangnya Orientasi Jihad, Membuat Hilang Kekuatan 

Muslimin lari ketakutan dan pemimpin tertingginya gugur di medan perang. 

Akhirnya, disebabkan sedikitnya sumber sejarah dari umat Islam, maka orang Eropa dengan mudahnya yang mendominasi penulisan sejarah ini untuk menggambarkan keagungan Charles Martel; yang mereka anggap pahlawan penyelamat Eropa dari Islam, utusan Tuhan untuk menghancurkan Andalusia. 

Eropa Merayakannya 

Catatan-catatan sejarah Eropa mengklaim telah membunuh 375 ribu pasukan Muslimin. Angka yang berlebih-lebihan, karena jumlah Pasukan Muslim hanya 50 ribu. 

Hingga kini, nama Charles Martel diabadikan dalam buku sejarah dan pertemuan-pertemuan kenegaraan. Bahkan ada minuman keras bermerk '732, Charles Martel" untuk mengenang kemenangan pasukan Kristen di Poitiers, lengkap dengan tahunnya.

Hikmah Penting... 

Kekalahan ini bukan karena kalah jumlah. Bukan juga karena tak berpengalaman. 

Tergoda Harta dan dunia; itulah peruntuh semangatjihad, pemusnah ghirah perjuangan. "Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." (QS Fathir 5)

Referensi: Studi Jatuhnya 30 Negeri Islam Karya Dr. Abdul Halim Uwais

Sumber: