Apa Makna "Fath" Dalam Sejarah Islam?

Post a Comment
Gen Saladin @gen.saladin t.me/gensaladin

Banyak sekali yang bertanya-tanya, kenapa Gen Saladin sering menggunakan kata "Pembebasan" untuk menggambarkan datangnya sebuah kekuatan Islam ke satu negeri. Memangnya kenapa disebut sebagai pembebasan? Kenapa bukan disebut sebagai penjajahan?

Apa Makna "Fath" Dalam Sejarah Islam?

Dalam literatur Sejarah Islam, kedatangan Umat Islam ke sebuah negeri untuk mendirikan tonggak dakwah dan memimpin disebut sebagai "Fath", dan bentuk jamaknya adalah "Futuhât." Kata ini tidak memiliki padanan paling pas dalam Bahasa Indonesia, sehingga banyak sejarawan muslim Indonesia menerjemahkannya dengan kata "Pembebasan."

Tidak ada kata "ihtilâl" —penjajahan— dalam sejarah Islam untuk menggambarkan kedatangan Umat Islam pada sebuah negeri, sebab makna penjajahan berkonotasi negatif, lebih dekat dengan eksploitasi, menghinakan penduduknya, menodai kesucian penduduknya dan merendahkan keluruhan negeri yang ditaklukkan itu dengan membiarkan bangsa yang ditaklukkan itu tetap bodoh.

Dengan makna tersebut, "ihtilâl" atau penjajahan sama sekali tidak cocok dan tidak sesuai dengan fakta sejarah ketika Umat Islam datang ke sebuah negeri. Sebab bayangkan, jika penjajahan berusaha membuat bangsa yang dijajah tetap bodoh, Islam justru datang membangun peradaban Ilmu di atas negeri yang dibebaskan.

Ketika penjajah memaksakan kehendak dan menghinakan bangsa yang ditaklukkan, berbeda dengan Umat Islam yang menjaga hak-hak hidup dan kebebasan beragama. Pajak yang sebelumnya tinggi diganti dengan jizyah yang sangat ringan, yang bahkan bisa dihapus oleh pemimpin yang berwenang.

Jika penjajahan menebarkan ketakutan, membantai dan membunuh, bersikap licik pada sebuah bangsa atau kota yang ditaklukkan, maka Umat Islam bahkan memberi ruang bagi orang-orang bangsa itu untuk tetap memiliki jabatan, tetap menjadi tokoh, tetap memiliki status sebagai pemegang kebijakan dalam ranahnya.

Hal itu terjadi pada pembebasan Baitul Maqdis di era Umar bin Khattab, Shalahuddin Al Ayyubi, pada Pembebasan Konstantinopel, Pembebasan Andalusia, Pembebasan Afrika Utara di era Uqbah bin Nafi'.
.
Coba teman-teman baca sejarah. Kalau penjajah fokus mencari harta dan sumber daya di tanah jajahannya, berbeda dengan Umat Islam yang malah mengorbankan jiwa dan harta demi tersampaikannya dakwah. Membangun masjid, madrasah, rumah sakit, Baitul Maal. Dan itu semuanya adalah fakta yang sangat sulit dibantah.
.
Dalam waktu dekat, akan kami sampaikan contoh real bagaimana bentuk keadilan Islam bagi negeri-negeri yang dibebaskan. Salam Shalahuddin!
.
Referensi :
1. Min Rawai Hadharatina, Dr Mustafa As Siba'i
2. Al Hadharah Al Islamiyyah, Dr Abdurrahman Hasan Habannakah
3. Miah Udzama Ummatil Islam Ghayyaru Majra At Târikh, Jihad At Turbani.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter